Tampilkan postingan dengan label Induksi Magnet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Induksi Magnet. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 Maret 2018
NGOPREK SOAL INDUKSI MAGNET
Soal No.1
Sebuah penghantar lurus panjang dialiri arus 2 A seperti tampak pada gambar di bawah ini. Tentukan besar dan arah induksi magnet di titik P! (µo = 4π × 10-7 Wb/Am)Jawab
Soal No.2
Seutas kawat panjang memiliki arus sebesar I ampere yang berjarak a meter dari sebuah titik sehingga memiliki kuat medan magnetik sebesar B. Jika kawat diletakkan sejauh 2a dari titik tersebut, maka tentukan besar induksi magnetiknya!
Jawab
Soal No.3
Suatu kawat dilengkungkan dengan jari-jari 40 cm dan dialiri arus listrik seperti pada gambar.
Tentukan besar dan arah induksi magnetik di titik P! (µ0 = 4π × 10-7 Wb/Am)
Jawab
Soal No.4
Seutas kawat dialiri arus listrik i = 2 A seperti gambar berikut !
Tentukan :
a) Kuat medan magnet di titik P
b) Arah medan magnet di titik P
c) Kuat medan magnet di titik Q
d) Arah medan magnet di titik Q
a) Kuat medan magnet di titik P
b) Arah medan magnet di titik P
c) Kuat medan magnet di titik Q
d) Arah medan magnet di titik Q
Jawab
a) Kuat medan magnet (B) dari suatu titik yang berjarak a dari suatu kawat lurus panjang yang dialiri kuat arus i adalah :

Kuat medan magnet di titik P :

b) Arah ditentukan dengan kaidah tangan kanan, dimana ibu jari mewakili arah arus dan empat jari sebagai arah medan magnet dengan posisi tangan menggenggam kawat. Sehingga arah kuat medan magnet di titik P adalah keluar bidang baca (mendekati pembaca).
c) Kuat medan magnet di titik Q :

d) Arah medan masuk bidang baca (menjauhi pembaca)
Kuat medan magnet di titik P :
b) Arah ditentukan dengan kaidah tangan kanan, dimana ibu jari mewakili arah arus dan empat jari sebagai arah medan magnet dengan posisi tangan menggenggam kawat. Sehingga arah kuat medan magnet di titik P adalah keluar bidang baca (mendekati pembaca).
c) Kuat medan magnet di titik Q :
d) Arah medan masuk bidang baca (menjauhi pembaca)
Soal No.5
Perhatikan gambar berikut ini!

Tentukan besar dan arah kuat medan magnet di titik P !
Jawab
Tentukan besar dan arah kuat medan magnet di titik P !
Jawab
Arus A akan menghasilkan medan magnet di titik P dengan arah masuk
bidang, sementara arus B menghasilkan medan magnet dengan arah keluar
bidang .

Arah sesuai Ba yaitu masuk bidang.
Arah sesuai Ba yaitu masuk bidang.
Soal No.6
Kawat A dan B terpisah sejauh 1 m dan dialiri arus listrik
berturut-turut 1 A dan 2 A dengan arah seperti ditunjukkan gambar di
bawah.

Tentukan letak titik C dimana kuat medan magnetnya adalah NOL!
Jawab
Agar kuat medan nol, kuat medan yang dihasilkan kawat A dan kawat B harus berlawanan arah dan sama besar. Posisi yang mungkin adalah di sebelah kiri kawat A atau di sebelah kanan kawat B. Mana yang harus di ambil, ambil titik yang lebih dekat ke kuat arus lebih kecil. Sehingga posisinya adalah disebelah kiri kawat A namakan saja jaraknya sebagai x.
Tentukan letak titik C dimana kuat medan magnetnya adalah NOL!
Jawab
Agar kuat medan nol, kuat medan yang dihasilkan kawat A dan kawat B harus berlawanan arah dan sama besar. Posisi yang mungkin adalah di sebelah kiri kawat A atau di sebelah kanan kawat B. Mana yang harus di ambil, ambil titik yang lebih dekat ke kuat arus lebih kecil. Sehingga posisinya adalah disebelah kiri kawat A namakan saja jaraknya sebagai x.
Sabtu, 17 Maret 2018
INDUKSI MAGNET
Medan magnet adalah daerah disekitar
magnet yang masih bekerja gaya magnet, dan digambarkan oleh garis gaya
magnet yang menyebar dari kutub-kutub magnet (Gambar di atas). Pada
dasarnya sumber medan magnet tidak hanya magnet permanen tetapi dapat
juga berupa elektromagnet yaitu magnet yang dihasilkan oleh arus listrik
atau muatan-muatan listrik yang bergerak.
Gambar 1. Medan Magnet
Terjadinya medan magnet oleh arus listrik
pertama kali dikemukakan oleh Hans Christian Oersted (1777 – 1851)
fisikawan dari Denmark yang mengemukakan bahwa sebuah jarum magnet dapat
disimpangkan oleh suatu arus listrik yang mengalir melalui seutas kawat
konduktor.
Untuk memahami percobaan yang dilakukan Oersted, maka sobat bisa melihat video berikut.
Sesuai dengan video di atas, Oersted menemukan bahwa jika kawat tidak dialiri arus listrik (I = 0) maka jarum listrik tidak menyimpang. Jika kawat dialiri arus listrik dari A ke B maka jarum magnet akan meyimpang ke kiri, sedangkan jika kawat dialiri listrik B ke A maka magnet akan menyimpang ke kanan.
Untuk memahami percobaan yang dilakukan Oersted, maka sobat bisa melihat video berikut.
Sesuai dengan video di atas, Oersted menemukan bahwa jika kawat tidak dialiri arus listrik (I = 0) maka jarum listrik tidak menyimpang. Jika kawat dialiri arus listrik dari A ke B maka jarum magnet akan meyimpang ke kiri, sedangkan jika kawat dialiri listrik B ke A maka magnet akan menyimpang ke kanan.
Oersted menjelaskan bahwa penyimpangan
jarum magnet tersebut disebabkan oleh adanya medan magnet disekitar arus
listrik yang dapat mempengaruhi medan lain disekitarnya. Dalam hal ini,
magnet yang dihasilkan oleh arus listrik disebut dengan elektromagnetik.
Medan magnet yang dihasilkan oleh
eketromagnetik mempunyai arah. Untuk menentukan arah medan magnet dapat
digunakan kaidah tangan kanan, yaitu arah ibu jari menunjukkan arah arus
listrik (I), sedangkan arah lipatan jari menunjukkan arah medan magnet
(B). perhatikan gambar berikut.
Induksi Magnet di dekat kawat lurus panjang berarus
| Gambar 3. Arah Medan Magnet Kawat Lurus (Sumber: Wikipedia) |
Besarnya induksi magnetik di titik P yang berjarak a dari penghantar
kawat lurus yang sangat panjang dan dialiri arus I dapat diketahui
melalui persamaan berikut.
Induksi Magnetik pada pusat arus melingkar
![]() |
| Gambar 4. Arah Medan Magnet Kawat Melingkar (Sumber: Wikipedia) |
Besarnya induksi magnetik pada pusat arus melingkar dapat diketahui melalui persamaan berikut.
Jika jumlah kawat lilitan lebih dari satu, maka besarnya induksi magnetik dapat diketahui melalui persamaan berikut.
Induksi Magnetik pada Solenoida
| Gambar 5. Solenoida (Sumber: Wikipedia) |
Sebuah
solenoida adalah kawat penghantar beraliran listrik yang digulung
menjadi sebuah kumparan panjang. Medan magnet yang ditimbulkan oleh
sebuah kumparan yang dialiri arus listrik lebih kuat daripada medan
magnet yang ditimbulkan oleh sebuah lingkaran.
Spektrum magnet yang dihasilkan oleh
sebuah solenoida sama dengan spektrum yang dihasilkan oleh sebuah magnet
batang. Jadi sebuah solenoida berkelakuan sama dengan magnet batang.
Jika pada tiap ujung kumparan ditempatkan sebuah magnet jarum maka kutub
utara salah satu magnet akan ditarik oleh ujung kumparan yang satu
sedangkan kutub utara magnet yang lain ditolak oleh ujung kumparan yang
lainnya.
![]() |
| Gambar 6. Arah Medan Magnet Solenoida (Sumber: Wikipedia) |
Jika di dalam kumparan ditempatkan inti
besi lunak, maka kemagnetannya menjadi jauh lebih besar, dimana susunan
seperti itu disebut elektromagnet.
Besar induksi medan magnet di tengah-tengah dan di ujung solenoida memenuhi persamaan:
Induksi Magnetik pada Toroida
| Gambar 7. Toroida (Sumber: www.tu-eshop.com) |
Toroida adalah kawat yang dililitkan pada
inti yang berbentuk lingkaran atau solenoida yang dilengkungkan
sehingga sumbunya membentuk sebuah lingkaran. Jadi pada prinsipnya
toroida merupakan solenoida yang intinya dibengkokkan sehingga berbentuk
lingkaran.
Sesuai dengan persamaan induksi magnetik
di tengah solenoida maka besarnya induksi magnetik pada sumbu toroida
akan menjadi persamaan berikut.
Dengan n adalah jumlah lilitan kawat (N) per satuan panjang kawat. Dalam hal ini panjang kawat adalah sama dengan keliling lingkaran ( 2pa ), sehingga persamaannya menjadi sebagai berikut.
Dengan n adalah jumlah lilitan kawat (N) per satuan panjang kawat. Dalam hal ini panjang kawat adalah sama dengan keliling lingkaran ( 2pa ), sehingga persamaannya menjadi sebagai berikut.
BENTUK MAGNET
Siapa yang suka bermain magnet waktu kecil? Atau Sobat Ngoprek suka heran melihat magnet-magnet yang menempel di kulkas rumah? Kalian tahu gak
kenapa magnet-magnet yang ada di kulkas itu bisa menempel dan tidak
jatuh? Agar Sobat Ngoprek tidak bingung melihat magnet yang suka menarik atau
mendorong satu sama lain, simak yuk pengertian magnet dan bentuknya!
A. Pengertian Magnet
Magnet adalah suatu benda yang mampu menarik benda lain di sekitarnya yang memiliki sifat khusus. Setiap magnet mempunyai sifat kemagnetan. Apa sih sifat kemagnetan? Sifat kemagnetan adalah kemampuan benda dalam menarik benda-benda lain di sekitarnya.
B. Sifat-Sifat Magnet
- Magnet hanya menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya. Tidak semua jenis benda bisa ditarik oleh magnet meski berada dalam jangkauannya.
- Gaya magnet dapat menembus benda.
- Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.
- Apabila kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, kedua kutub akan saling tolak menolak. Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling tarik-menarik.
- Medan magnet akan membentuk gaya magnet. Medan magnet akan semakin rapat jika didekatkan dengan magnet.
- Sifat kemagnetan dapat melemah atau hilang karena hal tertentu, seperti sering jatuh, terbakar, atau lainnya.
C. Jenis Bahan Magnet
Berdasarkan
sifat kemagnetannya, jenis bahan magnet secara umum terbagi menjadi
dua, yaitu bahan magnetik (feromagnetik) dan bahan nonmagnetik.
- Bahan Magnetik (Feromagnetik)
Feromagnetik
adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jika benda
jenis feromagnetik berada dekat dengan magnet, magnet akan menarik benda
tersebut. Selain itu, benda yang termasuk bahan feromagnetik dapat
dijadikan suatu magnet. Contoh bahan feromagnetik adalah baja, besi,
nikel, dan kobalt.
- Bahan Nonmagnetik
- Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat. Contohnya alumunium, tembaga, platina, dan lain-lain.
- Diamagnetik adalah benda yang menolak magnet. Benda ini tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.
D. Macam-macam Bentuk Magnet
- Magnet batang bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
- Magnet silinder, menyerupai tabung panjang.
- Magnet jarum menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnet yang runcing.
- Magnet U (magnet ladam) berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.
- Magnet cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.
- Magnet keping, magnet ini memiliki bentuk menyerupai kepingan logam
Nah, Sobat Ngoprek sudah memahami pengertian magnet dan macam-macam bentuknya,
bukan? Ternyata, masing-masing magnet memiliki kutub utara dan kutub sehingga bisa terjadi gerakan tarik menarik atau tolak menolak
dengan benda tertentu.
Mari mengasah pemahaman sobat ngoprek dengan menjawab pertanyaan berikut.









/horseshoe-magnet-picking-up-iron-filings-displaying-magnetic-properties-123535186-58dc66bd5f9b5846839a6c39.jpg)
